
Setiap dini hari, saat sebagian besar kota masih terlelap dalam hening, lampu dapur Panti Asuhan Banua Berkah sudah menyala terang. Kepulan uap hangat dari dandang nasi yang baru matang mulai memenuhi ruangan, berpadu dengan aroma bumbu masakan yang disiapkan dengan penuh kasih sayang oleh para pengasuh. Di balik dinding asrama ini, ada sekitar enam puluh anak yatim dan dhuafa yang bersiap memulai hari mereka. Sebelum melangkahkan kaki ke sekolah dan duduk melingkar untuk mengaji, sepiring nasi hangat di meja makan adalah hal pertama yang menyambut dan menguatkan langkah kecil mereka.
Bagi enam puluh anak asuh yang sedang berada dalam masa pertumbuhan ini, makanan bukan sekadar pengganjal rasa lapar, melainkan wujud perhatian yang membuat mereka merasa dicintai dan tidak sendirian. Sepiring hidangan bergizi adalah bahan bakar utama agar mereka tetap fokus saat menyimak pelajaran di kelas, tetap bersemangat mengejar cita-cita, dan memiliki tubuh yang bugar saat melantunkan serta menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an. Senyum syukur yang merekah di wajah mereka setiap kali duduk bersama menyantap hidangan adalah pemandangan paling menenangkan yang selalu menghidupkan suasana panti.
Namun, menjaga agar asap dapur panti tetap mengepul setiap hari bukanlah perkara yang ringan. Untuk memenuhi kebutuhan makan enam puluh anak sebanyak tiga kali sehari, dapur asrama harus menyiapkan sedikitnya seratus delapan puluh porsi makanan setiap harinya, atau lebih dari lima ribu empat ratus porsi setiap bulan. Dalam sehari saja, panti membutuhkan sekitar dua puluh lima kilogram beras, puluhan butir telur, hampir sepuluh kilogram lauk berprotein seperti ikan, ayam, tahu, dan tempe, serta berbagai macam sayur-mayur segar. Jika diakumulasikan dalam satu bulan penuh, Panti Asuhan Banua Berkah harus menyediakan sekitar tujuh ratus lima puluh kilogram beras, ratusan kilogram lauk-pauk, lebih dari seratus liter minyak goreng, ratusan galon air minum, serta bumbu dapur dan gas memasak dengan total kebutuhan anggaran pangan mencapai sekitar tiga puluh sembilan juta rupiah setiap bulannya.
Angka kebutuhan yang besar tersebut akan terasa jauh lebih ringan apabila dipikul bersama-sama oleh tangan-tangan dermawan. Melalui gerakan pemenuhan pangan anak yatim ini, kami mengetuk hati para sahabat baik untuk ikut menghadirkan kebahagiaan di meja makan adik-adik asuh kami. Setiap suapan nasi dan lauk yang masuk ke dalam tubuh mereka, lalu mengalir menjadi darah, daging, serta tenaga untuk beribadah dan menuntut ilmu, insyaAllah akan menjadi aliran pahala jariyah yang tak pernah putus bagi siapa saja yang ikut menyediakannya.
Sekecil apa pun kontribusi yang Anda berikan, baik berupa donasi tunai maupun kiriman bahan sembako langsung ke asrama, sangatlah berarti untuk memastikan tidak ada satu hari pun yang terlewat tanpa hidangan layak bagi mereka. Mari bersama-sama menjaga senyum dan tumbuh kembang enam puluh anak yatim di Panti Asuhan Banua Berkah melalui sedekah pangan terbaik hari ini, sebab kami selalu meyakini bahwa setiap kebaikan kita, pasti akan kembali kepada kita.

